Pembaca yang
merasa kehausan ilmu mungkin bakal bertanya mengapa tulisan Arab kuno
(palaeography) dan ejaan (orthography), yang tampaknya tidak ada kaitan dengan
topik bahasan dapat menyelusup ke dalam buku ini? Jawaban akan semakin dapat
dirasakan sekiranya kita kupas terlebih dulu definisi palaeography dan
orthography. palaeography biasanya ditujukan pada kajian dokumen zaman
dulu, walaupun saya gunakan di sini dalam artian lebih terbatas: kajian tentang
skrip sebuah bahasa dengan fokus penekanan pada ejaan konvensional. Kebanyakan
teori yang bergulir tentang palaeography Arab, berkaitan dengan asal-usul dan
perkembangannya yang berakar pada kitab Injil; di mana saya hanya akan membahas
bagian yang menarik dan tidak akan memberi peluang terlalu luas dalam buku ini.
Tetapi teori ini mempunyai pengaruh kepada keutuhan Al-Qur'an semenjak mereka
menyatakan bahwa bahasa Arab tidak mempunyai huruf alfabet di zaman Nabi
Muhammad saw. (Mingana) bahwa perbedaan bacaan pada ayat-ayat tertentu -
disebabkan kesalahan pada sistem ilmu tulisan Arab kuno palaeography
(Goldziher); dan bahwasanya naskah Al-Qur'an itu ditulis dalam skrip Kufi pada
abad kedua dan ketiga hijrah, tidak ada pada abad pertama hijrah (Gruendler).
Guna menangkis argumentasi ini kita perlu membuktikan bahwa Kitab Suci AlQur'an
masih tetap tak ternodai
1. Latar Belakang Sejarah Karakter Bahasa
Arab
Asal usul karakter
bahasa Arab sifatnya masih spekulatif, dan tidaklah mengejutkan sama sekali
tatkala para Orientalis membuat rekayasa teori tentang masalah ini. Hal yang
sangat menyedihkan teori mereka sangat rapuh dan tidak tahan uji. Beatrice
Gruendler, pengarang sebuah kajian tentang perkembangan skrip bahasa Arab,
menyatakan bahwa semua skrip Arab berasal dari alfabet Funicia, karena Bahasa
Arab tampaknya yang paling jauh terisolasi. Perubahan drastis dalam susunan
spatial memberi isyarat bahwa kemungkinan skrip bahasa Nabatean atau Syriak
menjadi perantara perkembangan skrip bahasa Arab. Theodor Noldeke, pada tahun
1865, mengakui bahwa skrip Nabatean memberi pengakuan terhadap yang pertama
memengaruhi perkembangan skrip Arab Kufi; setelah itu banyak orang yang
mengikuti pendapatnya, di antaranya M.A. Levy, M. de Vogue, J. Karabacek dan J.
Euting. Tetapi setengah abad kemudian kesepakatan pendapat tersebut mulai pudar
ketika J. Starcky
membuat teori bahwa bahasa Arab berasal dari tulisan bahasa Syriak yang
berbentuk meruncing (Syriac Cursive).1 Di lain pihak, kita lihat teori
Y. Khalil an-Nami mengatakan bahwa, "Hijaz adalah merupakan tempat kelahiran
evolusi tulisan (script) Arab bagian Utara, bukan daerahdaerah lain, termasuk
Hirah."2 Mengenai sebab
mengapa Gruendler tak peduli dengan teori ketiga, sepenuhnya hal ini saya
serahkan pada untuk menilainya.
Di antara misi
Orientalis ada beberapa yang beranggapan bahwa umat Islam bangsa Arab tidak memiliki sistem
tulisan sejak zaman kehidupan Nabi Muhammad saw.. Kata-kata Professor Mingana
menyebut,
Ketololan kami tentang bahasa Arab pada awal perkembangannya sama seperti ketidaktahuan kita secara pasti apakah memiliki huruf alfabet sendiri sewaktu di Mekah maupun Madinah. Jika bentuk tulisan itu menjelma di dua tempat (Mekkah dan Madinah), itu mesti memiliki kesamaan dengan karakter Estrangelo (contohnya Syriak) atau Hibru.3
Nabia Abbott kemudian secara partial lebih unggul dalam hipotesis ini,
Studi tentang manuskrip Arab Kristen menunjukkan fakta yang menarik bahwa beberapa manuskrip kuno ini lebih menunjukkan pengaruh karakter Estrangelo, walaupun tidak secara langsung melalui orang Nestorian, dari segi bentuk skripnya yang cenderung lebih mirip. Manuskrip yang lain... menunjukkan pengaruh Jacobit serto. Kemudian perbandingan antara beberapa manuskrip-manuskrip Arab Kristen kuno dengan manuskrip AlQur' an Kufi kontemporer menunjukkan adanya beberapa kesamaan skrip.4
Bagaimana
pun tidak semuanya
seperti yang terlihat. Menurut Abbott, "Manuskrip Arab Kristen tertua adalah
dari tahun 876,"5 yakni 264 hijrah. `Awwad bahkan
menyebut adanya manuskrip yang lebih awal lagi, yang ditulis pada tahun 253
H./867 M.6 Manuskrip Arab
Kristen yang tertua ditemukan pada kedua pertengahan abad ketiga hijrah.
Secara literal, ada ratusan kalau tidak ribuan manuskrip Al-Qur' an yang
terdapat pada periode ini; perbandingan antara manuskrip yang ratusan ini
dengan satu atau dua contoh Estrangelo
(Syriak) dan akhirnya beranggapan bahwa Syriak memengaruhi AIQur'an benar-benar
merupakan ilmu miskin kalau ingin menyebutnya sebagai ilmu. Di atas segalanya,
saya ingin menambahkan bahwa skrip Syriak tahun 250 hijrah (kecil tajam dan
tidak lurus ke depan) secara umum tidak sama dengan semua huruf Arab pada
periode itu yang cenderung bengkok dengan satu garis lurus. Seseorang mungkin
bertanya kenapa Abbott menghindari penggunaan dokumentasi Arab dan manuskrip
Al-Qur'an yang muncul pada abad pertama hijrah yang relatif banyak membanjir di
rak-rak buku perpustakaan.
Kita tinggalkan Syriak, budaya lain yang
dianggap telah memengaruhi tulisan Arab kuno palaeography adalah Nabatean.
Menurut Dr. Jum'a, telaah kajian menyeluruh yang dilakukan oleh para ilmuwan
yang memiliki otoritas, membuktikan bahwa bahasa Arab telah mengambil tulisan
mereka dari Nabatean; di dalarn masalah ini dia mengutip sejumlah ilmuwan
seperti Abbott dan Wilfinson.7 Dalam menganalisis sebuah
tulisan tangan, mata uang, dan manuskrip Muslim yang tertua, dan dibandingkan
dengan tulisan-tulisan Arab sebelum Islam, kemudian setelah itu membandingkannya
dengan tulisan Nabatean, Abbott menyimpulkan bahwa skrip Arab yang digunakan di
awal permulaan Islam adalah pakembangan tulisan Arab sebelum Islam yang secara
langsung merupakan pengaruh dari perkembangan skrip Nabatean Aramaik yang muncul
pada awal permulaan abad masehi.8

Gambar 9.1: Route penyebaran awal skrip Arab Utara yang dimungkinkan oleh Abbott. Sumber: Abbott, The rise of the North Arabic Script, hlm. 3.
Menyantap semua
fakta yang ada tampaknya terasa terlalu banyak dalam memenuhi kepuasan para
ilmuwan, Disadan mau pun tidak, teori-teori yang ada dibangun berdasarkan kepada
penilaian yang sangat subjektif dan sikap pandangan saling memusuhi pada
keberhasilan bahasa Arab Ilmuwan Muslim yang matianatian mcmbela pcndapat xpcni
ini hanyalah mengikuti teori keilmuwan Barat tanpa memiliki kebebasan analisis.
Guna memberi klarifikasi pendapat saya, gambar 9:11 menunjukkan sebagian
peta Abbott dalam menjelaskan inskripsi (tulisan tangan) yang
ada.
Inilah tempat lima inskripsi dalam buku Abbott, papan gambar 1. yang
menjadi dasar kesimpulan skrip Arab berasal dari skrip
Nabatean:
|
1.
|
Inskripsi Nabatean di atas batu
Fihc Umm al-lim:il, tahun 250 M..9
|
|
2.
|
Inskripsi Arab Imru' al-Kais,
Namarah, 32% M.
|
|
3.
|
Inskripsi Arab dari Zabad, 512
M
|
|
4.
|
Inskripsi Arab di Harran, 568
M
|
|
5.
|
Inskripsi Arab di Umm al-Jimal,
abad ke 6.
|
Di sini kita hanya
memiliki satu inskripsi yang disebut Nabateean (dari Umm al-Jimal) sedangkan
empat lagi dalarn tulisan Arab, termasuk inskripsi bahasa Arab yang satu lagi di
tempat yang sama. Salah satu inskripsi Arab terdapat di Zabad, sangat dekat ke
Allepo di sebelah utam Suriah; satu lagi di Namarah, tznggara Damaskus; ketiga
dan keempat dari sebzlah utara Ma'an, ketika menjadi ibu kota Nabatean. Jadi
bagaimana inskripsi Arab bisa terbentang dengan sendirinya dari utara Suriah
rnasuk ke Saudi Arabia, memotong terus ke tanah Nabatean sendiri?.. Saya ragu
bahwa di sana ada bahasa yang diketahui oleh pemakainya sebagai bahasa Nabatean, sebagaimana saya akan
tunjukkan kemudian.
2. Studi Dokumentasi dan Inskripsi Arab Kuno
i. Garis Yang Samar Antera Bahasa Nabatean dan Inskripsi Arab.
Di
antara ilmuwan terdapat perbedaan pandangan secara umum tentang apa
yang menjadi tulisan
Nabatean atau inskripsi Arab. Ada sebagian ilmuwan yang menyebutkan inskripsi yang terakhir
sebagai inskripsi Nabatean hanya melihat teman kolega yang merevisinya sebagai
inskripsi Arab, dan contoh di bawah akan dapat memberi gambaran tentang hal
ini.
-
Inskripsi dua bahasa Nabatean dan Greek di atas batu Fihr, Umm al-1ima1, bertanggalkan 250 M. Cantincau, Abbott dan Gruendler semua mengikuti pendapat Linmann, yang menyebutnya sebagai inskripsi Nabatean.10
Gambar 9.2: Inskripsi dua bahasa Greek-Aramaik di atas batu Fihr, Umm al Jimal. 250 masehi. Sumber Cantineau, Le Nabateen, ii :25.
-
Batu nisan Raqush di Mada'in Saleh, bertanggalkan 162 tahun setelah Bosra (sesuai dengan tahun 267 M.). Kedua-duanya cantineau dan Gmendler mencantumkan srbagai "teks Nabatean",11 walaupun akhimya memberi pengakuan, "Teks itu sangat bemilai untuk para peneliti Arab. O'Conner memaparkannya sebagai gabungan nyrntrik antara Nabatean dan Arab .... Blau memberi label sebagai perbatasan dialek dan Diem menganggap sebagai bagian dari Nabatean-Hejazi".12 Dalam tulisan mereka 1989, Healy dan Smith dengan senang menyebut sebagai dukumcntasi Arab tertua.13
Gambar 9.3: Batu Raqush yang telah mengalami reinterpretasi baru-baru ini, Inskripsi Arab tertua, kira-kira tahun 267 M sama dengan bacaan Healey dan Smith (baris demi baris). Perlu dicatat terdapat kesimpulan Thamudi yang ditulis secara vertical ke kanan. Sumber al-Atlal, vol. xii, papan gambar 46 dan hlm. 105 (bagian bahasa Arab)
Salah satu nuktah penting adalah bahwa inskripsi ini memuat tanda titik di atas huruf dhal, ra' dan shin.
-
Inskripsi Imru' al-Kais di Namarah (100 km ke arah barat selatan Damaskus), tercatat 223 tahun setelah Bosra (c. 328 M.). Sedangkan Gruendler menganggapnya sebagai inskripsi Nabatean.14 Yang lain termasuk Cantineau dan Abbott memperlakukannya sebagai inskripsi Arab.15
Gambar 9.4: Inskripsi Arabnya Imru' al-Kais, Namarah, sesuai dengan pada tahun 328 Masehi, Sumber: Cantineau, Le Nabateen, ii: 49.
Dari sample ini
kita berkeyakinan bahwa menentukan pembagian garis lintas pemisah antara tulisan
Arab dan apa "yang disebut." inskripsi Nabatean sangat kabur; kini dengan adanya
reinterpretasi terhadap batu nisan Raqush sebagai teks Arab, la telah menjelma
sebagai inskripsi Arab tertua. Persamaan yang jelas di antara tiga inskripsi ini
adalah karena skripnya. Itu semua adalah Inskripsi Nabatean.
ii. Dengan Bahasa Apa Orang Nabatean Berbicara?
Di besar di Mekah
sejak dini dari zaman kanak-kanaknya, Isma'il, putra tertua Ibrahim, lahir dari kalangan suku
Jurhum dan menikah dua kali dari kalangan mereka. Suku ini berbicara Bahasa
Arab,16 dan demikian pula tak diragukan lagi Isma'il berbicara dengan bahasa yang
sama. Bahasa Arab Jurhum kemungkinan kehilangan daya tarik lalu mereka
memolesnya dengan bahasa Arab Quraish yang mendahuluinya hampir sekitar dua ribu
tahun; Ibn Ushta mencatat pernyataan Ibn ‘Abbas bahwa yang pertama-tama membuat
aturan grammar dan alfabet bahasa Arab tak ada orang lain melainkan Isma'il.17
Allah kemudian menugaskan Isma'il sebagai
Nabi dan Rasul,18 untuk
mengajak umatnya menyembah Allah, mendirikan shalat dan membayar zakat kepada orang miskin.19 Oleh karena itu,
Allah mengutus rasul dalam bahasa kaumnya sendiri,20 maka Isma'il juga sudah pasti
berdakwah dalam bahasa Arab. Keturunannya diakui bahwa Nabi Isma'il diberi
karunia dua belas putra,21 di antaranya Nebajoth/Nabat:
dilahirkan dan dididik di sekitar Jazirah Arab yang semestinya mereka juga
menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa ibu. Putra-putranya memelihara risalah
ayah dengan menggunakan skrip Arab; sudah pasti mereka tidak mengubah skrip apa
pun yang dipakai di Palestina (tanah air Ibrahim), semenjak dua generasi ini
sudah berada dan hidup di Saudi Arabia. Ketika Nabat kemudian berhijrah ke
arah utara, dia semestinya membawa alfabet dan bahasa Arab bersamanya. Dan
keturunan inilah yang akhirnya mendirikan dinasti Nabatean (600 Sebelum
Masehi-50 Masehi).22
Mengomentari
terhadap keabsahan beberapa karakter bahasa Arab yang tidak terwakili dalam bahasa
Armaik, Gruendler menyatakan, "Karena para penulis teks Nabatean
berbicara bahasa Arab, dan adanya hubungan mesra di antara kedua-dua
bahasa (penulis-penulis ini) dapat menemukan persamaan bahasa Nabatean dalam
ejaan kata-kata Arab (orthography) yang kedengarannya janggal."23 Secara langsung
dinyatakan bahwa skrip dan bahasa Nabatean sebenarnya adalah bentuk bahasa
Arab.
Jika Orang
Nabatean berbicara dalam bahasa Arab, lantas siapa yang memberinya nama
bahasa Nabatean? Apakah ada bukti bahwa mereka menyebut bahasa mereka sebagai
bahasa Nabatean? Atau mungkin ini diambil dari kecenderungan yang sama dalam
memberi label kepada umat Islam sebagai "Muhamaddan (pengikut Muhammad),"
Islam sebagai "Muhammadanism (ajaran Muhammad)," dan Al-Qur'an sebagai
"Turkish Bible (Bible Orang Turki)"? Jika apa yang disebut skrip Nabatean sudah
dinyatakan sebagai "Arabic (bahasa Arab)" atau "Nabatean Arabic"
(sebagaimana kita kadangkadang berbicara dalam bahasa "Arab Mesir" atau
"Inggris Amerika"), lalu semua kajian harus mengambil giliran yang berbeda dan
diharapkan akan lebih tepat lagi untuk mencapai tujuan itu. Bahasa Arab dan
tulisannya dalam bentuk primitifnya, itulah yang melahirkan bahasa Nabatean dan kemungkinan besar muncul sebelum
bahasa Syriak.
iii. Bahasa Arab Kuno Memiliki Alphabet yang Jelas
Mengalihkan perhatian kita terhadap hipotesis Dr. Mingana yang menuduh bahwa bahasa Arab kuno tidak mempunyai alfabet, saya akan menjelaskan beberapa perkembangan inskripsi tingkat tinggi yang membuktikan fakta sebaliknya. Ada beberapa inskripsi Arab dari abad 6 masehi yang menyerupai tulisan Arab (palaeography) yang digunakan pada abad pertama hijrah/abad ketujuh masehi; Contoh-contoh yang saya berikan akan memperlihatkan kemajuan mulai dari sini sampai pada zaman Islam.
-
Inskripsi tiga bahasa sebelum Islam dalam bahasa Arab, Yunani, dan Syriak di Zabad, Suriah Utara, bertanggalkan 512 M.24
Gambar 9.5: Sebuah inskripsi tiga bahasa (hanya Arab yang ditunjukkan) sebelum Islam di Zabad, 512 M. Sumber: al-Munaggib, Etude, hlm. 21.
-
Inskripsi bahasa Arab lainnya sebelum Islam di Jabal Asis, 150 km ke tenggara Damaskus. Ini bertepatan dengan kira-kira tahun 528 M.25
Gambar 9.6: Sebuah inskripsi Arab lainnya sebelum Islam di Jabal Asis, 528M. Sumber: Hamidullah, Six Originaux, hlm. 60.
-
Han-an, Inskripsi bahasa Arab sebelum Islam, kira-kira tahun 568 M.26
Gambar 9.7: Inskripsi Arab sebelum Islam di Harran, kira-kira tahun 568 Masehi. Sumber: al-Munaggid, Etudes, hlm. 21.
-
Inskripsi Islam di atas Jabal Sala’, Madinah. Menurut Hamidullah ini kemungkinan besar tertulis dalam ukiran pada waktu perang Khandaq, kira-kira tahun 5 Hijrah/626 Masehi.27
Gambar 9.8: Inskripsi Islam kuno di atas Jabal Sala ‘, kira-kira tahun 5 Hijrah. Sumber: Hamidullah, Six Originaux, hlm. 64.
-
Surat Nabi
untuk al-Mundhir bin
Sawa,28
Gurbenur al-Ahsa', kira-kira tahun 8-9 hijrah. Lihat gambar
9.9.
-
Surat Nabi saw. untuk Hiraql (Heraclius),29 Raja Byzantin. Lihat gambar 9.10.
Ini cukup untuk
membantah pernyataan Rev Mingana tentang alfabet bahasa Arab
kuno.
![]() |
Gambar 9.9: Surat Nabi
untuk al-Mundhir (perlu dicatat
segel Nabi
di
sebelah kiri bawah). Diterbitkan dengan izin Majalah Aksyion
Turki
![]() |
Gambar 9.10: Surat Nabi
Muhammad
untuk
Kiraql, Raja Byzantin, Sumber Kamidullah, Six Originaux, hlm.
149.
iv. Kemunculan Beberapa Skrip dan Masalah
Penanggalan Mushaf Kufi
Terbentang dari
Azerbaijan dan
Armenia di sebelah utara sampai ke Yaman di sebelah Selatan, dari Libya dan
Mesir dari sebelah barat sampai Iran di sebelah timur, wilayah teritorial negara
Islam menerima hubungan komunikasi dari pemerintahan pusat Madinah dengan
perantaraan bahasa Arab.30 Perubahan yang cepat pada skrip
Arab seperti kita jumpai karakter garis tajam dan bulat tersambung (seperti
tidak lurus) berkembang bersama dengan perkembangan skrip Hejazi pada tingkat
awalnya. Seperti contoh, batu al-Hejri (Gambar 9.11) tahun 31 hijrah, yang
dikelompokkan oleh beberapa ilmuwan sebagai skrip Kufi31 (garis tajam) dan papyrus tahun 22 hijrah
(disimpan di perpustakaan Nasional Austria, Gambar 10.3) dalam bentuk
bulat bersambung. Masalah skrip Arab ini sangat luas dan di luar pembahasan ini,
tetapi sebagaimana sebagian Orientalis telah membuat orang bingung tentang
Al-Qur'an yang ditulis dalam skrip Kufi, maka saya akan memberikan contoh
tertentu tentang skrip ini.
-
Batu nisan dari Aswan (Mesir Selatan) dengan inskripsi tahun 31 H.32 Prof. Ahmad menganggap sebagai inskripsi Kufi yang tertua.33
Gambar 9.11: Batu tulis di Mesir Selatan, tahun 31 H. Sumber: Hamidullah, Six originaux, hlm. 69.
-
Inskripsi dalam skrip Kufi dekat Ta' if (sebelah timur kota Mekah), menuliskan doa, tulisan tahun 40 H.34
Gambar 9.12: Inskripsi )(01 -yang menarik, tahun 40 H., dengan bagan asli. Sumber: Al-Atlal, vol. l, Papan 49. Dicetak kembali dengan izin mereka.
Inskripsi ini mungkin bisa diterjemahkan seperti ini, "Rahmat dan Barakah Allah dilimpahkan kepada ‘Abdur-Rahman bin Khalid bin. Al'As, ditulis pada tahun 40 hijrah." -
Ayat Al-Qur'an dalam skrip Kufi tahun 80 H. ditemukan di dekat Mekah.37
Gambar 9.13: Ayat AI-Qur'an da/am skrip Kufi tahun 80 hijrah, Sumber: ar-Rashid, kitabat Islamiyyah, hlm. 160. -
Gambar 9.14: Inskripsi Kufi yang cantik, tahun 84 H. Sumber: Ar-Rashid, Kitabat Islamiyyah, hlm. 26.
Empat contoh tadi (gambar 9.11 - 9.14) berikut
Iainnya40 memberi penegasan bahwa walaupun pada abad pertama hijrah, skrip Kufi
telah mendapat tempat di seluruh negara Muslim (Mesir, Hejaz, Syria, Irak dst.). Inskripsi ini
bertentangan dengan Gruendler, yang menyatakan bahwa semua Mushaf Kufi muncul
pada abad kedua dan ketiga hijrah.41 Pada pertengahan abad pertama, slcrip ini
sudah terkenal dan dipakai di seluruh dunia Islam, khususnya dalam uang logam,42 dan tidak masuk akal kenapa
harus menunggu satu abad atau lebih sebelum digunakan dalam penulisan Mushaf
Padahal, Mushaf Samarkand, yang dikatakan Mushaf 'Uthmani (Pertengahan pertama
abad pertama Hijrah) ditulis dalam skrip Kufi.
3.
Kesimpulan
Batu-batu
Arab banyak dihiasi
beberapa contoh skrip Arab sejak pertengahan abad ketiga hijrah. Beberapa aspek
primitif, bahasa Arab kuno tidak pernah menunjukkan bentuk bahasa Arab Nabatean
itu sendiri sedangkan akar sejarahnya sampai pada zaman Ibrahim dan Ismail yang
ada sebelum Aramaik. Seperti bahasa lain, tulisan dan ejaan bahasa Arab
(palaeography dan orthography) terus berkembang. Perluasan wilayah teritorial
Muslim menyebabkan perkembangan beberapa skrip Arab seperti Hejazi, Kufi dan
tulisan yang disambung, dengan karakteristiknya masing-masing. Tidak ada satu
skrip yang mendominasi lainnya, dan tidak terbatas pada suatu tempat. Dengan
beberapa contoh skrip Kufi yang diambil dari inskripsi abad pertama hijrah, kita
bisa membantah teori Mushaf Kufi yang hanya ditujukan pada abad kedua dan ketiga
hijrah.
|
1. Beatrice Gruendler, The
Development of the Arabic Script, Scholars Press, Atlanta, Georgia, 1993, hlm.
1. Argumentasi Starcky telah ditolak dengan detail (ibid, hlm. 2).
2. Nabia Abbott, The Rise of
the North Arabic Script and its Kur'anic Development, with a full Description of
the Kur'an Manuscripts in the oriental Institute, The University of Chicago
Press, Chicago, 1938, him. 6 catatan kaki 36.
3. Mingana, "Transmission of
the Kuran", The Moslem World, vol. 7 (1917), hlm. 412.
4. Nabia Abbott, The rise of the North Arabic Script, hlm. 20.
5. Ibid. hlm. 20, Cat. Kaki
20.
6. K. ‘awwad, Aqdamul-Makhtutat al-‘arabiyyah fi
Maktabat al-‘Alam, Baghdad, 1982, hlm. 65.
7. Ibrahim Jum'a, Dirasatun fi Tatawwur al-Kitabat al-Kufiyyah, 1969, hlm. 17. 8. N. Abbott, The rise of thc North Arabic Script, hlm. 16. 9. Menarik sekali dalam halaman 4 Abbot menamakan inskripsi yang sama: (inakripsi Greek- Aramit) "a Greek-Armaic inscription at Umm al-Jimal"
10. J Cantincau, Lc Nabateen,
Ono Zeller, Osnabruck 1978, u:25 (diterbitkan Wang cdisi [9301; N. Abbott, The
Rise of the North Arabic Script, Gambar 11-11: lihat juga R. Gniendler, The
Development of the Arabic Scnp4 hlm. 10.
11. J. Cantineau Le Nabateen,
11 38-39, Ciruendler, The Development of the Arabic Scrim hlm, 10. 12. Gruendler The Development ofrhe Arabic Script, hlm.
10.
13. Lihat J.F. Ficulry dan
G.R. Smith, "Jaussen-Savignac 17-the Earliset Dated Arabic Document (AD. 276):,
a!-Ailal (the Journal of Saudi Arabian Archaeology). wl. zu, 1410 (1989) hlm. 77
Pengarang menyebutkan bahwa inskrip ini telah diklasifikasikan sebagai Icks
Aramuk 1 ibid, hlm. 771.
14. Gruendler, The
development of the Arabic Script, hlrtz'. TI-12. Mengarang mengklaim
bahwa itu "Teks tertua yang masih ada di dalam bahasa Arab, walaupun itu masih
menggunakan karakter Nabatean." (Ibid, hlm. 11).
15. Cantineau, Le
Nabateen, ii: 49-50 (Dibawa "Textes Arabes Archaiques'); Abbott, The
Rise of the North Arabic script, Gambar (I-2). Mengutip Healey dan
Smith , "... Dari waktu penemuannya (teks Namarah) telah ditetapkan sebagai
Inskripsi Arab tertua" ("Jaussen-Savignac 17 - The earliest Dated Arabic
Document (A-D. 276)," , al-Atlal, xii: 82).
16. Lihat al-Bukhari,
Sahih, al-Anbiya', hadith no. 3364; lihat juga Ibn Qutaiba,
al-Ma'arif, hlm. 34.
17. As-Suyuti, al-Itqan, iv: 145, Mengutip Ibn Ushta.
18. Qur'an 2:135; 3: 84.
21. King James Version,
Genesis 25:12-18.
22. Ada beberapa pendapat yang beda mengenai asal
muasal Nabatean. Menurut pendapat
Jawad 'ali, "Nabatean adalah Arab yang lebih dekat
dengan suku Quraish dan Hejazi daripada suku Arab bagian selatan. Kedua-dua suku
ini mempunyai tuhan yang sama dan skrip mereka mempunyai kesamaan dengan skrip
yang digunakan oleh penulis-penulis terdahulu untuk menuliskan Al-Qur'an.
(Suriah dan Nabatean budayanya berbeda, dan orang Nabatean tidak tinggal di
Suriah tetapi yang sekarang dikenal Jordan). Menurut Ahli sejarah, Nebajoth
adalah Nebat atau Nabatean, anak tertua Isma'il. Fakta inilah yang menyebabkan
Jawad 'All menyimpulkan demikian. (Jawad 'Ali, alMufassal fi Tarikh al-'arab
Qabl al-Islam, iii: 14).
23. Gruendler, The
development of the Arabic Script, hlm. 125. (perkataan dalam Italic
ditambahkan oleh penulis).
24. S. al-Munaggid,
Etudes De Paleographic Arabe, hlm. 21; lihat juga Gruendler, The
Development of the Arabic Script, hlm. 13-14.
25. M. Hamidullah,
Six Originaux des Letters Diplomatiques du Prophete de L'Islam, Edisi
Premiere, Paris 1986/1406, hlm. 13-14.
26. S. al-Munaggid, Etudes
De Paleagraphie Arabe, hlm. 21.
27. M. Hamidullah, Six
Originaux des Lettres Diplomatiques du Prophete de L'Islam, hlm. 62-5.
28. Topkapi Sarayi, barang no. 21/397. Lihat juga Hamidullah, Six Originaux des Letters Diplomatiques du Prophete de L'Islam, hlm. 111. Saya menerima keaslian surat ini dan juga surat yang dikirim ke Hiraql yang bersama dcngan surat-surat lain yang disahkan autentik oleh Hamidullah, sebagai seorang ahli sejarah. Di lain pihak Gruendler menyatakan, "Keaslian surat-surat ini diragukan, karena surat-surat ini tidak memaparkan skrip yang sama." (The development of Arabic Script, hlm. 5, catatan kaki 16). Ini sama sekali bohong. Nabi saw. mempunyai lebih dari 60 penulis (lihat buku ini , hlm. 68? ), dan untuk mengharapkan tulisan tangan mereka sama satu-sama lainnya itu sia-sia.
29. M. Hamidullah, Six
Originauz des Letters Diplomatigues du Prophete de L'Islam, hlm. 149.
Perhatikan perbedaan dalam tulisan tangan antara surat ini dan surat sebelumnya,
dikarenakan perbedaan penulis.
30. Lihat al-Anzami, "Nash'
at al-Kitaba al-Fiqhiyyah", Dirasat, University of Riyad, 1398 (1978),
ii: 13-24.
31. Walaupun saya menggunakan
kata Kufi di sini dan di tempat lain, sebagaimana digunakan dalam lingkungan
akademik, saya pribadi ada beberapa catatan tentang label ini. Walau
bagaimanapun saya setuju dengan ilmuwan terdahulu yang menulis kaligrafi Mushaf,
an-Nadim, menyebutkan lebih dari satu dozen style skrip (rasm al-khat) di
mana Kufi hanya salah satu skrip. Mungkin ini susah untuk membedakan
karakteristik setiap style kaligrafi, tetapi kelihatannya dunia akademik modern,
dengan salah mengategorikan semua style di bawah skrip Kufi, telah
mennyimplikasikannya dengan cara yang ngawur (lihat A. al-Munif, Dirasah
Fanniya li MushafMubakkir, Riyad, 1418 (1998), hlm, 41-42). Menurut pendapat
Ydsuf Dhunnun, kata Kufi sekarang dipakai untuk menunjukkan (dengan salah) semua
skrip yang baris tajam yang asalnya dari dasar skrip al-Jalil (Ibid, hlm.
42). Lihat juga N: Abbott, The Rise of the North Arabic Script, hlm.
16.
32. Ibid, hlm. 69;
lihat juga S. al-Munaggid, Etudes De Paleographie Arabe, hlm. 40.
33. A. 'Abdur-Razzaq Aimad, "Nash'at al-Khat al-`arabi
wa Tatawwurahu `ala al-Masahif', Masahif San'a', hlm. 32 (bagian Arab). Skrip
itu kelihatan garis tajam tetapi saya tidak mau menyebutkannya Mill. Kota Knfa
dan Basra terdapat di Irak sejak awal sejarah Islam; Kufa sendiri telah
didirikan pada tahun 17 H. /638 M. oleh Sa'd b. Abi Waqqas. Kdfah sepertinya
tidak disangka sebagai kota yang telah dibangun dari garis (begitu saja), lalu
terkenal dengan nama skripnya ( seperti Kufi), mengekspornya sejauh Mesir
selatan dan bisa menarik banyak pengikut seperti penulis di atas batu ini dalam
kurun waktu hanya 14 tahun.
34. A.H. Sharafaddin, "Some
Islamic Inscriptions discovered on the Darb Zubayda," al-Atlal, vol. 1.
1397 (1977), hlm. 69-70.
35. Gruendler, The
Development of the Arabic Script, hlm. 15-16
36. Lihat Gambar 10.5 dan Teks lainnya.
37. S. ar-Reshid, Kitabat
Islamiyyah min Makkat al-Mukarramah, Riyad, 1416 (1915), hlm.
160-161.
38. Inskripsi ini bukan ayat
Al-Qur'an tetapi diambil dari dua ayat Al-Qur'an yang berbeda (2:21 dan 4:1).
Ini disebabkan kekeliruan dalam ingatan penulis. Mengutip Bruce Metzger, "
Ingatan (hafalan) bisa lupa dan keliru walaupun ketika seseorang mengutip
kalimat yang sama ... Contohnya tidak kurang dari Jeremy Taylor, yang mengutip
teks "Except a man be born again he cannot see the kingdom ofGod (Dia tidak bisa
melihat kerajaan Tuhan, kecuali seorang yang dilahirkan kembali,)" sembilan
kali, tetapi dua kali dalam bentuk yang sama, dan tidak ada satu pun yang
tepat". (The texts of New Testament: Its transmission, corruption dan
restoration, Edisi ketiga yang diperbesar, Oxford University Press, 1992, hlm.
88-89, catatan kaki no. 3).
39. S. at Reshid, Kitabat
Islamiyyah min Makkat al-Mukarramah, hlm. 26-29.
40. Banyak sekali contoh-contoh Inskripsi Kdfi yang
lain yang saya tidak sebutkan karena perimbangan ruangan dalam tulisan ini.
Beberapa yang terkenal adalah (1) Inskripsi _afnat alUbayyid dekat Karbala,
Irak tahun 64 Hijrah (al-Munaggid, Etudes De Palegraphie Arabe, hlm.
1045); (2) Inskripsi yang tertulis di atas papan yang terukir di tempat
berlakunya peraturan Nabi Musa (Mosaic), Yerusalem, tahun 72 H. (Gruendler, The
Development of the Asrabic Scripts, hlm. 17-18, 155-156); (3) Batu tanda jalan
yang dibangun pada zaman pemerintahan Khalifah ‘Abdul Malik (6586 Hijrah)
(al-Munaggid, Etudes, hlm.
134-35)
41. Gruendler, The
development ofthe Arabic Script, hlm. 134-35.
42. Khalifah ‘Abdul Malik menyatukan mata uang di
seluruh dunia Islam pada tahun 77 Hijrah
/ 697 Masehi. (Stephen Album, A Checklist of
Islamic Coins, Edisi ke dua, 1998, hlm. 5). Ini slogan uang logam asli dari
emas, perak dan bermotokan AI-Qur'an, pada tahun yang mereka gunakan, dan dalam
uang silver dan logam scmua dalam skrip Kufi. Ini berlaku sampai zaman
keruntuhan Khalifah Umayyah pada tahun 132 hijrah. ("Islamic Coins-The Tutath
Collection Part 1", Spink, London, 25 Mei 1999. Sale no.
133)
|

