Skip to main content

KARAKTERISTIK KUALITATIF LAPORAN KEUANGAN

Karakteristik laporan keuangan merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan tersebut berguna bagi para pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Karakteristik kualitatif laporan keuangan adalah ukuran-ukuran normatif yang perlu diwujudkan dalam informasi akuntansi sehingga dapat memenuhi tujuannya.

Karakteristik laporan keuangan menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2002:7) adalah sebagai berikut:
1.             Dapat dipahami
Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat dipahami oleh pengguna dan dinyatakan dalam bentuk serta istilah yang disesuaikan dengan pemahaman para pengguna. Sehubungan dengan hal ini, pengguna diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai atas kegiatan dan lingkungan operasi entitas pelaporan, serta adanya kemauan pengguna untuk mempelajari informasi yang dimaksud.
2.             Relevan
Laporan keuangan dikatakan relevan apabila informasi yang terbuat didalamnya dapat mempengaruhi keputusan pengguna dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu atau masa kini, memprediksi masa depan (predictive value), dan menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi mereka (feedback value). Selain itu suatu informasi dapat dikatakan relevan jika disajikan tepat waktu dan lengkap.
3.             Keandalan
Informasi dalam laporan keuangan memiliki kualitas andal, jika bebas dari pengertian yang menyesatkan, menyajikan setiap fakta secara jujur serta dapat diverifikasi. Keandalan informasi ini penting dan dapat mempengaruhi relevansi karena jika hakikat dan penyajiannya tidak dapat diandalkan maka penggunaan informasi tersebut secara potensial dapat menyesatkan.
4.             Dapat dibandingkan
Informasi dalam laporan keuangan akan lebih berguna jika dapat dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya atau laporan keuangan entitas pelaporan lain pada umumnya.

Popular posts from this blog

SIAPA SAJA YANG BERHAK MENULIS PERIHAL ISLAM

Siapa saja yang hendak menulis perihal Islam, hendaknya terlebih dahulu dia menarik sebuah keputusan percaya bahwa Muhammad adalah seorang Nabi. Para ilmuwan yang mengakui bahwa beliau benar-benar seorang Rasul dan yang paling mulia diantara para nabi, mereka bakal menikmati kepustaka­an hadith yang mengagumkan dan wahyu ketuhanan yang dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi. Secara pasti mereka akan menemukan banyak ke­samaan, bahkan sepenuhnya cocok dengan berbagai masalah yang sangat men­dasar.

KONTROVERSI PENULISAN DAN PEMBUKUAN AL-QUR,AN

Meski Nabi Muhammad telah mencurahkan segala upaya yang mungkin dapat dilakukan dalam memelihara keutuhan Al-Qur'an, beliau tidak me­rangkum semua surah ke dalam satu jilid, sebagaimana ditegaskan oleh Zaid bin Thabit dalam pernyataannya,     "Saat Nabi Muhammad wafat, Al-Qur'an masih belum dirangkum dalam satuan bentuk buku. " 1